WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Melawan Arus Digital, Serena Francis Minta Sekolah di Kupang Berperan Aktif Lindungi Anak dari HIV/AIDS dan Degradasi Moral

Metronttdewa.com 24-10-2025 || 14:19:02

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis sedang memberikan sambutan saat membuka Rapat Koordinasi Kepala SD/MI Kota Kupang Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Kupang, Jumat (24/10/2025)

Metronewsntt.com, Kupang--Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menggugah kesadaran 141 Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kota Kupang untuk menjadikan sekolah bukan hanya pusat ilmu, melainkan sebagai "benteng moral dan kasih" yang melindungi anak didik dari tantangan zaman yang kian mengkhawatirkan.

​Ajakan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Kepala SD/MI Kota Kupang Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Kota Kupang, Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini dihadiri 141 kepala sekolah dari enam subrayon di Kota Kupang.

​Dalam sambutan yang penuh penekanan, Wawali Serena Francis menyampaikan apresiasi, sekaligus memberikan peringatan keras mengenai fenomena sosial yang sedang dihadapi kota.

​“Kita hidup di zaman yang berubah sangat cepat. Anak-anak kita tumbuh dalam dunia digital yang penuh peluang, namun juga sarat godaan. Kita tidak boleh berdiam diri melihat fenomena sosial yang mengkhawatirkan, seperti meningkatnya kasus prostitusi dan HIV/AIDS di kalangan pelajar. Ini tanda ada yang harus kita perbaiki bersama,” tegas Wawali.

​Serena menekankan bahwa pendidikan hari ini harus bertransformasi menjadi kekuatan moral dan spiritual yang menjaga anak-anak dari pengaruh negatif. Ia mengibaratkan peran guru sebagai lentera.

​“Sekolah harus menjadi benteng tempat anak merasa aman untuk belajar, tumbuh, dan dilindungi. Guru harus menjadi lentera yang bukan hanya mengajar menghitung, tapi juga mengajarkan menghargai diri,” ujarnya dengan penuh empati.

​Menurut Wawali, sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua adalah kunci dalam menjaga masa depan anak-anak. Keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari kualitas moral dan spiritual generasi mudanya, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang: "Kota Kasih sebagai Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan."

​"Rumah itu akan kuat bila setiap penghuninya saling menjaga, dan pendidikan adalah pilar utama yang menegakkan rumah itu,” tutupnya.
​Sementara itu, Ketua Panitia Rakor, Yohanes Tukan, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja K3S SD/MI Kota Kupang tahun 2025.

​“Kegiatan ini murni hasil swadaya para kepala sekolah. Antusiasme peserta menunjukkan semangat luar biasa untuk membangun dunia pendidikan yang bermartabat. Rakor ini juga menjadi wadah konsolidasi kepemimpinan agar lebih strategis dalam menghadirkan pendidikan yang cerdas akal sekaligus cerdas hati,” jelasnya.

​Hadir dalam acara pembukaan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo, M.Si Bersama Kabid Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, serta Ketua Kelompok Kerja Kepala SD/MI (K3S) Kota Kupang, Joni Higa Huki, (mnt)


Baca juga :

Related Post