DPRD Kota Kupqng, Christian Baitanu dqn Benny Selan
Metronewsntt.com, Kupang– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang menilai persoalan air bersih telah menjadi masalah mendasar dan krusial yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota melalui Perumda Air Minum Kota Kupang. Pasalnya, proyek strategis Sumber Air SPAM Kali Dendeng yang digadang-gadang mampu mengatasi krisis air di Kupang ternyata masih jauh dari target yang ditetapkan.
Anggota DPRD Kota Kupang, Christian Baitanu (Fraksi Gerindra), saat dikonfirmasi di gedung DPRD, Rabu (1/9/2025), menjelaskan bahwa masalah air bersih ini selalu diangkat dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) maupun di Komisi. Pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran besar untuk proyek SPAM Kali Dendeng, yang seharusnya menargetkan pemasangan 15.000 Sambungan Rumah (SR) bagi masyarakat. Namun, realisasinya saat ini masih sangat minim.
"Dari target 15 ribu SR, baru terpasang sekitar 3 ribu SR. Hal ini perlu dilihat secara serius apa hambatannya, karena tersisa 12 ribu SR yang belum terpasang," jelas Christian. Menurutnya, hambatan utama yang terjadi adalah kurangnya modal dari Pemerintah Daerah kepada Perumda Air Minum untuk membiayai pemasangan pipa transmisi hingga ke masyarakat.
Christian Baitanu pun mendesak Direktur Utama Perumda Air Minum untuk segera membangun koordinasi dengan Wali Kota guna menyampaikan kebutuhan modal ini, agar sumber air SPAM Kali Dendeng dapat dikelola secara optimal dan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi.
Hal senada disampaikan oleh anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Perindo, Benny Selan, yang meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah dan Perumda untuk segera mengelola sumber air yang ada. Benny Selan menekankan bahwa masalah air bersih selalu menjadi keluhan utama warga, terutama saat memasuki musim kemarau.
"Pemerintah harus segera mengambil langkah antisipasi penanganan air bersih bagi warga, terutama pada zona rawan kekeringan," sarannya. DPRD menilai, jika tidak ada intervensi dan penyertaan modal yang cepat, target 15.000 SR akan mustahil tercapai, dan krisis air bersih akan terus membayangi Kota Kupang.(mnt)