Pemberian vitamin A oleh Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe
Meteonewsntt.com, Oelamasi- Target menurunkan angka stunting melalui Pemberian Makan Tambahan (PMT) untuk Bayi, Balita dan Bumil selama 90 hari kedepan masih menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Kupang.
Hal ini terbukti dengan pemantauan pelaksanaan penimbangan, pengkuran hingga PMT di Posyandu yang ada di wilayah Kabupaten Kupang terus dilakukan oleh Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe yang juga sebagai Ketua TPPS.
Jumat (6/10/2023), Wakil Bupati Kupang dengan didamping pihak Nutrition Internasional Indonesia Handayani Sagala secara langsung melakukan kunjungan guna memantau secara langsung pelayanan kesehatan di Posyandu Asoka, Kecamatan Amarasi Barat.
Dalam kesempatan itu, Jerry Manafe mengatakan upaya dalam penanganan penurunan angka stunting perlu dilakukan secara baik dan berkolaborasi bersama semua pihak dan tidak boleh bekerja santai.
"Upaya penurunan stunting perlu dilakukan secara baik dan berkolaborasi bersama semua pihak. Kita tidak bisa bekerja tanpa mengetahui kondisi di lapangan. Dan soal stunting, kita tidak boleh bekerja santai, karena secara data per Agustus tahun 2023 posisi angka stunting sudah turun menjadi 12,97%," katanya.
Hal ini menurutnya, adanya kerja kolaborasi dari desa salah satunya pemberian PMT selama 3 bulan dengan rutin, serta ditambah adanya didukung dari TNI/Polri dan para tokoh agama, masyarakat, Camat dan Dinas Kesehatan.
Dalam pemantau perkembangan penurunan stunting yang dilakukan Wakil Bupati Kupang di lokasi Posyandu yakni selain di Posyandu Asoka di Desa Neukbaun, dan pemantauan stunting di Posyandu Lima Jaya di kelurahan Teunbaun tersebut, Ia berharap penanganan stunting pada bulan November depan dapat mengalami penurunan. Karena sesuai data jumlah anak stunting di Posyandu Asoka sebesar 3 anak dan Posyandu Lima Jaya masih ada 9 anak.
" Saya yakin dengan pola kerja dan kemauan serta langka maju semua pihak di Amarasi Barat melalui pemberian makan tambahan nantinya pada November 2023 bisa menurun drastis asal puskesmas dan pustu terus memberikan pendampingan kepada para kader," katanya.
Apa lagi, lanjutnya untuk PMT di Amarasi Barat yang menjadi orangtua asuh anak stunting adalah bagian Sekwan dan DPRD Kabupaten Kupang untuk Dapil 4 (Amarasi seluruhnya, Kupang Barat dan Semau), bisa berkolaborasi untuk turun bersama Kapus dan pihak desa/kelurahan untuk bisa memberikan bantuan PMT bagi anak-anak stunting yang ada di wilayah ini.
Terpisah Lurah Teunbaun, Yeri Otemusu, mengaku gerakan orang tua asuh di Amarasi Barat, di kelurahan Teunbaun sampai saat ini belum ada peehatia. " Hingga saat ini untuk orang tua asuh belum ada yang masuk jadi kami alami kesulitan dalam pemberian PMT. Karena dari jumlah 31 anak stunting, hanya mendapatkan bantuan bagi 15 anak stunting dari Kemenkes dan sisanya dari gerakan orangtua asuh," ungkapnya.
Untuk itu, Ia berharap OPD yang sudah dicanangkan menjadi orangtua asuh bisa dapat turun di kelurahan Teunbaun agar anak-anak stunting yang belum mendapatkan PMT bisa ditanggulangi oleh mereka yang telah diberikan kepeecayaan sebagai orang tua asuh anak stunting.(mnt/*)