WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Hasilkan Talenta Pertanian Unggul, SMK PP Negeri Kementan Adakan UKK

Metronttdewa.com 05-03-2026 || 09:23:11

Potret kegiatan

Metronewsntt.com,Kupang - Dalam upaya menjamin kualitas lulusan yang kompeten dan siap bersaing di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kupang di bawah naungan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Kegiatan ini merupakan tahap krusial bagi siswa tingkat akhir untuk membuktikan kemahiran teknis mereka sebelum melangkah ke jenjang profesional.

Pelaksanaan Kegiatan  ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 3 hingga 4 Maret 2026 diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII. UKK tahun ini mencakup tiga program studi unggulan, yaitu: Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)  dan Keperawatan Hewan (KH).

UKK merupakan bagian intergral dari sistem penilaian nasional yang bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa yang setara dengan kualifikasi dunia kerja. Melalui pengawasan ketat dari penguji internal dan eksternal (praktisi industri), siswa ditantang untuk membuktikan kemampuan teknis mereka dalam menyelsaikan tugas-tugas spesifik sesuai standar operasional prosedur (SOP) industri.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM adalah kunci utama dalam transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern yang berkelanjutan. Dalam berbagai kesempatan, Mentan menekankan pentingnya peran sekolah vokasi pertanian.

"Pendidikan vokasi harus menjadi produsen intelektual muda yang mampu menguasai teknologi dan inovasi. Melalui uji kompetensi ini, kita memastikan bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian bukan hanya memegang ijaza tetapi juga benar-benar memiliki 'skill' yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kita butuh petarung-petarung lapangan yang siap menjaga ketahanan pangan nasional," tegas Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arshanti, menyatakan bahwa lulusan SMK PP harus memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja global.

"Target kita adalah zero unemployment bagi lulusan vokasi Kementan. UKK ini adalah simulasi nyata dunia kerja. Kami ingin memastikan setiap lulusan memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi 'paspor' mereka untuk bekerja di perusahaan besar atau bahkan menjadi Agripreneur muda yang membuka lapangan pekerjaan baru," jelasnya.

UKK tahun ini juga melibatkan para penguji eksternal untuk memastikan obyektifitas dalam penilaian. Penguji berasal dari beberapa Mitra DUDI SMK PP N kupang antara lain Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang (BBPP) Fabianus Keraf, S.Pt.,M.Si untuk kompetensi keahlian ATR, Radhisti Farm yaitu I komang Sudarma, SP.,MP untuk kompeternsi keahlihan ATPH dan Savanna Vet Care yang diwakiliki oleh drh. Rambu L. A. Paremadjangga untuk kompetensi keahlian KH.

Dengan terselenggaranya UKK ini, lulusan SMK PP N kupang diharapkan memiliki peluang yang besar untuk langsung terjun ke dunia kerja aatau membuka usaha secara mandiri.

Kepala SMK PP Negeri Kupang menyampaikan bahwa persiapan UKK tahun ini telah dilakukan secara matang, baik dari sisi sarana prasarana laboratorium, lahan praktik, maupun kesiapan mental para siswa. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan industri dalam pengujian ini sangat krusial untuk menjaga relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar.

"Kami mengundang penguji dari praktisi industri agar penilaiannya objektif dan sesuai standar lapangan yang sesungguhnya. Harapan kami, melalui UKK ini, para siswa dapat merefleksikan kembali apa yang telah mereka pelajari selama tiga tahun. Ini adalah pembuktian jati diri mereka sebagai calon tenaga kerja terampil," ujar Bogarth saat membuka kegiatan.

Manajemen SMK PP Negeri Kupang menaruh harapan besar agar para peserta didik tidak cepat berpuas diri setelah melewati UKK. Tantangan di dunia luar, terutama dengan cepatnya adopsi teknologi 4.0 di sektor pertanian, menuntut mereka untuk terus adaptif.

Diharapkan, lulusan tahun 2026 ini mampu menjadi pionir pertanian di wilayah NTT dan sekitarnya. Dengan bekal sertifikat kompetensi yang diraih, mereka diharapkan dapat terserap di perusahaan peternakan besar, klinik hewan modern, atau sukses mengelola unit usaha mandiri di bidang hortikultura. UKK ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan gerbang pembuka menuju pengabdian nyata bagi kemajuan pertanian Indonesia. .( mnt/SMK-PP N KPG/ER)

 


Baca juga :

Related Post