Potret
Metronewsntt.com, Kupang– Sejumlah pengelola parkir di Kota Kupang mendatangi Gedung DPRD Kota Kupang untuk menyuarakan kegelisahan mereka terkait sistem tender pengelolaan parkir tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kupang. Para pejuang lapangan ini merasa ada ketidakadilan yang mengancam mata pencaharian mereka.
Anggota DPRD Kota Kupang, Benny Selan, mengungkapkan bahwa para pengelola tersebut menemui dirinya pada Kamis kemarin dengan raut penuh harap. Mereka mengeluhkan hasil tender yang membuat mereka kehilangan hak pengelolaan, padahal selama ini mereka telah berupaya memenuhi kewajiban kepada daerah dengan maksimal.
"Para pengelola ini mengadu karena merasa telah setia menyetor retribusi tepat waktu selama berbulan-bulan. Namun, dalam proses tender kali ini, mereka justru tersisih dan tidak lagi mendapatkan kesempatan untuk mengelola parkir," ujar Benny saat memberikan keterangan, Jumat (9/1/2026).
Legislator dari Partai Perindo ini meminta pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan, untuk lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan transparansi dalam proses seleksi.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan publik agar para pengelola lama yang memiliki rekam jejak baik tidak merasa dizalimi.
Ia mempertanyakan alasan di balik tidak lolosnya pihak-pihak yang selama ini dinilai kooperatif dalam menyetor retribusi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, memberikan penjelasannya melalui sambungan telepon WhatsApp. Ia menyampaikan bahwa penetapan pengelola parkir baru didasarkan pada hasil evaluasi kinerja yang ketat selama satu tahun terakhir.
Menurutnya, evaluasi tersebut merupakan bentuk penilaian objektif terhadap proses pengelolaan parkir di lapangan.
Bernadinus menjelaskan bahwa seleksi ulang dilakukan setiap tahun seiring berakhirnya masa kontrak. Pengumuman pemenang untuk periode 2026 sudah dilakukan sejak akhir tahun 2025, dan saat ini pemerintah telah menetapkan pengelola untuk masa tugas Januari hingga Desember 2026.
Ia menegaskan bahwa proses ini adalah bagian dari prosedur rutin yang akan terus dievaluasi di akhir setiap tahunnya.(mnt)