Potret pengambilan sumpah
Metronewsntt.com,Kupang---Babak baru pengelolaan pasar di Kota Kasih resmi dimulai. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi melantik Ganda Raymon Tadjo Tallo, SP, sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Kupang periode 2025-2030.
Prosesi pengambilan sumpah yang berlangsung khidmat ini digelar di Ruang Garuda, Lantai 2 Balai Kota Kupang, Sabtu (20/12/2025), berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kupang Nomor: 239/KEP/HK/2025.
Pelantikan ini merupakan puncak dari seleksi ketat yang diikuti oleh lima kandidat terbaik. Ganda Raymon berhasil unggul setelah menyisihkan empat kompetitor lainnya, yakni James Lenisimus Christhoper Faot, Meifrits Gasperasz, Ary Elmar Chrisanto Lona, dan Stenly Aquinindo Boymau.
Hadir menyaksikan momentum penting tersebut Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt, Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Roy Riwu Kaho, serta jajaran pimpinan OPD dan manajemen Perumda Pasar.
Dalam arahannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol harapan baru bagi stabilitas ekonomi kerakyatan. Ia menitipkan pesan kuat agar Perumda Pasar dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Wali Kota memberikan penekanan khusus pada penertiban retribusi agar tidak ada lagi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia meminta agar setiap rupiah yang ditarik dari pedagang dipastikan masuk ke kas daerah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain masalah administrasi, dr. Christian Widodo juga menyoroti pentingnya kepemimpinan lapangan. Menurutnya, masalah pasar yang sangat kompleks tidak bisa diselesaikan hanya dari balik meja.
Ia mendorong Ganda untuk rutin turun ke pasar guna mendengar langsung keluhan masyarakat dan memantau kondisi fisik bangunan.
Baginya, pasar adalah simbol ekonomi rakyat yang di dalamnya terdapat kerja keras dan perjuangan hidup masyarakat, sehingga sudah sepantasnya pasar menjadi tempat yang menyejahterakan, bukan sebaliknya.
Menjawab tantangan tersebut, Ganda Raymon Tadjo Tallo menyatakan langkah pertamanya adalah melakukan pemetaan masalah dan potensi secara komprehensif.
Ia berkomitmen untuk mendalami penyebab kebocoran retribusi yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota. Salah satu solusi inovatif yang ia siapkan adalah penerapan digitalisasi sistem retribusi untuk meminimalisir interaksi tunai yang rawan kebocoran.
Tak hanya soal pendapatan, Ganda juga telah menyiapkan visi besar untuk membawa pasar tradisional di Kota Kupang naik kelas.
Ia mendorong kolaborasi dengan lembaga perbankan dan pihak swasta untuk mewujudkan pasar yang modern. Sebagai langkah nyata, ia merancang program standarisasi pasar sesuai standar nasional (SNI) dengan menjadikan Pasar Oebobo sebagai proyek percontohan (pilot project).
Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus kesejahteraan para pedagang di masa depan.(mnt)