Pose bersama
Metronewsntt.com, Kupang– Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini menjadi panggung diplomasi budaya kelas dunia dengan dibukanya Pameran Pemajuan Kebudayaan Indonesia Kawasan Timur, sebagai puncak dari rangkaian Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, dalam pembukaan acara bergengsi yang berlangsung di depan Hotel Harper Kupang, Selasa (11/11/2025).
Pembukaan ini terasa istimewa dengan kehadiran delegasi tingkat tinggi dari berbagai negara Pasifik, termasuk Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Papua Nugini, Menteri Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, dan Menteri Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kaledonia Baru, bersama sejumlah Delegasi IPACS lainnya.
Turut hadir pula Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan RI, serta Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Ribka Haluk.
Dalam sambutan kuncinya, Menteri Fadli Zon menegaskan kembali ikatan historis dan kultural yang mendalam antara Indonesia dan kawasan Pasifik.
"Apa yang kita saksikan di sini adalah sinergi dalam bentuk yang paling nyata, di mana seniman, pelaku budaya, dan komunitas dari seluruh nusantara dan Pasifik berkumpul dengan satu visi: memajukan kebudayaan sebagai kekuatan peradaban dunia," ujarnya.
Ia secara tegas menyatakan bahwa Indonesia bukan hanya bagian dari Asia, tetapi juga bagian integral dari Pasifik dan dunia Melanesia, terutama provinsi-provinsi di kawasan timur seperti NTT, Maluku, dan Papua. Menteri Fadli Zon menyebut negara-negara Pasifik, dari Papua Nugini hingga Marshall Islands, sebagai "saudara-saudara kita di seberang samudra yang sama," menekankan perlunya penguatan kerja sama budaya karena kedekatan sejarah dan identitas kultural.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kebudayaan juga meluncurkan buku “The Listening Friend”, sebuah karya yang merepresentasikan ruang bagi narasi budaya yang beragam untuk saling bersilangan dan memperkaya identitas bangsa.
Fadli Zon secara khusus memuji kekayaan budaya lokal Nusa Tenggara Timur, terutama alat musik Sasando dan wastra NTT yang memiliki lebih dari 800 motif kain tenun. "Kekayaan budaya kita luar biasa... NTT menjadi salah satu tuan rumah yang memperlihatkan wajah Indonesia yang beragam namun tetap satu," puji beliau.
Di akhir sambutannya, Menteri Fadli Zon menyampaikan harapan agar IPACS 2025 menjadi momentum untuk memperkuat jejaring budaya Indonesia-Pasifik, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai jembatan peradaban Asia dan Pasifik.
"Semoga pameran ini memberi gambaran kepada saudara-saudara kita dari Pasifik tentang betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia, sebuah mega diversity yang menjadi kebanggaan dunia,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi dan menjelaskan bahwa IPACS 2025, yang telah berlangsung sejak 3 November melalui program residensi budaya, terbukti memberikan dampak positif ganda.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah mulai dari tanggal 3. Hasil-hasil dari residensi budaya itulah yang kini dipamerkan,” jelasnya.
Menurutnya, ajang IPACS tidak hanya mempererat hubungan budaya, tetapi juga membuka pintu kerja sama yang lebih luas.
“Selain pertukaran budaya dan silaturahmi, yang lebih penting adalah ini jadi pintu masuk kerja sama antarnegara Pasifik.
Peluang ekonomi dan perdagangan bisa terbuka lewat budaya,” ujar Walikota.
Pemerintah Kota Kupang turut berkontribusi aktif, antara lain dengan menampilkan karya seni pelajar SD dan SMP, serta menggelar festival drone. Wali Kota Widodo menegaskan bahwa kegiatan berskala internasional ini sukses menggerakkan perekonomian lokal.
“Kami bantu hal-hal kecil, tapi dampaknya besar. Hotel-hotel penuh, restoran ramai, UMKM bergerak. Prinsipnya, di mana orang berkumpul, di situ ekonomi bertumbuh,” pungkasnya.
Diketahui IPACS (Indonesia-Pacific Cultural Synergy) adalah platform kerja sama budaya antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik yang mencakup pameran, residensi seniman, pertunjukan seni, serta dialog kebudayaan.(mnt)