Potret reses tahap 1 anggota DPRD Kota Kupang, Eldy Kana
Metronewsntt.com, Kupang– Kekecewaan mendalam diungkapkan warga Kelurahan Maulafa terhadap layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, yang kini hanya mengalirkan air satu kali seminggu. Keluhan keras ini disampaikan secara langsung dalam kegiatan reses DPRD Kota Kupang yang berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025, mohon perhatian serius wakil rakyat dan pemerintah.
Ibu Nel, seorang pelanggan PDAM, dalam reses menyanpaikan bahwa kondisi pelayanan air bersih di wilayahnya sudah jauh dari kata normal.
Ia membandingkan bahwa dahulu air mengalir hingga tiga kali seminggu, namun kini, "mulai dari tahun kemarin, sistem pelayanan air bagi kami cuma satu minggu sekali," ujarnya.
Parahnya lagi, durasi aliran air dalam seminggu sekali itu pun sangat singkat, seringkali mati jam 10 pagi. Situasi ini memaksa warga untuk membayar biaya ganda, yakni membayar tagihan PDAM namun di saat yang sama harus merogoh kocek untuk membeli air dari mobil tangki.
"Kami ini susah air. Sedangkan kami ada bayar PDAM, tapi kami harus isi air tangki lagi. Kami dipaksa mengeluarkan uang dari saku untuk membeli air tangki," ungkapnya dengan nada kecewa.
Warga juga menyayangkan bahwa keluhan ini sudah pernah disampaikan pada reses sebelumnya kepada Anggota Dewan, Bapak Dewan yang pernah melakukan reses ditenpat ini, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang konkret.
Selain masalah air, warga Kelurahan Maulafa juga mengeluhkan tentang tidak meratanya penyaluran bantuan sosial (Bansos) bagi warga kurang mampu. Warga mengaku pernah sekali menerima Bansos berupa uang tunai sekitar Rp600.000, namun saat ini nama mereka mendadak hilang dari daftar penerima. Mereka merasa diabaikan dan dianggap sudah mampu.
"Mungkin kami dong lihat sudah kaya. Padahal kami ini dapat rumah bantuan juga, rumah bantuan orang susah ini. Sampai sekarang ni tidak pernah dapat bantuan apa-apa ini," tegasnya dengan menggunakan dialeg Kupang.
Kondisi ini diperparah dengan adanya program pemerintah lain seperti makan bergizi bagi anak sekolah yang secara tidak langsung membuat usaha kecil mereka menjadi tidak laku.
Warga Maulafa berharap penuh agar aspirasi mengenai krisis layanan PDAM dan ketidakmerataan Bansos ini benar-benar menjadi prioritas utama.(mnt)