WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Jam Bebas Ponsel Diterapkan SDN 2 Fontein, Terobosan Sekolah Bentuk Disiplin dan Fokus Anak

Metronttdewa.com 29-10-2025 || 19:02:22

SDN 2 Fontein dalam acara pengukuhan Komite sekolah Rabu (29/10-2025)

Metronewsntt.com, Kupang–Di tengah tantangan ekonomi digital yang menuntut fokus dan kedisiplinan tinggi, UPTD SD Negeri 2 Fontein Kota Kupang membuat terobosan tegas: mewajibkan semua siswa meninggalkan ponsel selama satu jam penuh setiap malam.

 Kebijakan bertajuk “Jam Wajib Belajar di Rumah” ini bertujuan menggeser fokus anak dari layar gawai ke interaksi keluarga dan kegiatan belajar produktif, menjadikannya sebagai investasi karakter dan daya saing jangka panjang.

​Kepala Sekolah SDN 2 Fontein, Yulita Dappa Wunga, menjelaskan bahwa langkah sederhana ini adalah fondasi penting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. “Belajar satu jam tanpa HP bukan sekadar aturan, tapi latihan disiplin dan konsentrasi yang menjadi dasar pembentukan SDM unggul. Kami sedang menanamkan pondasi ekonomi berbasis karakter, mengajarkan manajemen waktu, tanggung jawab, dan etos kerja sejak dini,” ujar Yulita usai pengukuhan Komite Sekolah, Rabu (29/10/2025).

​Kebijakan ini merupakan bagian integral dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan Kementerian Pendidikan. Program ini secara langsung mendorong efisiensi sosial dan ekonomi masyarakat karena orang tua didorong menjadi bagian aktif dari ekosistem pembelajaran.

​Program ini dijalankan setiap hari dengan manajemen waktu yang ketat: belajar pukul 17.00–20.00 Wita, disusul waktu kebersamaan keluarga hingga pukul 21.00 Wita, sebelum anak-anak beristirahat. Pola ini mengajarkan prinsip manajemen waktu yang sehat dan efisien—prinsip dasar yang dicari dunia kerja modern. 

“Pembentukan karakter anak tidak cukup hanya di sekolah. Harus ada sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah agar tumbuh budaya belajar yang produktif,” tegas Yulita.

​7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diterapkan SDN 2 Fontein berfokus pada pembangunan manusia, meliputi: Rajin beribadah dan bersyukur; Disiplin dan bertanggung jawab; Gemar membaca dan belajar; Peduli lingkungan dan sesama; Santun dalam berkata dan bertindak; Hidup sehat dan mandiri; serta Cinta tanah air dan budaya sendiri.

​Acara tersebut juga menandai pengukuhan Komite Sekolah yang baru, dengan peralihan kepemimpinan dari Kaleb Ragalawa kepada Hendrik Radja Kale. Kepala Sekolah berharap pengurus baru dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat dan dunia usaha lokal.

​Dengan kebijakan "Jam Wajib Belajar di Rumah" dan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, SDN 2 Fontein tidak hanya membangun budaya belajar, tetapi juga menanam investasi sosial-ekonomi jangka panjang: mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di pasar kerja digital dan ekonomi masa depan.(mnt/*)


Baca juga :

Related Post