pelayanan pendistribusian air masih normal," kata Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota Kupang, Ferdi Jermias
Metronewsntt.com, Kuoang-Perumada Air Minum Tirta Benih Lontar Kota Kupang menyatakan debit air masih aman, meskipun kondisi kemarau sudah mulai terjadi saat ini. " Berdasarkan data alhir Bulan Agustus belum ada penurunan debit air yang signifikan, sehingga kondisi operasional pelayanan pendistribusian air masih normal," kata Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota Kupang, Ferdi Jermias kepada media ini, Senin (18/9).
Ia memjelaskan, kemarau tentunya tiap tahum selalu terjadi, namun langka antisipasi tentunya sudah disiapkan PDAM yakni seperti biasa dengan menjadwalkan kembali pelayanan pendistribusian air bagi masyarakat. "Kami akan.lakukan penjadwalan ulang pada daerah yang sumber air banyak untuk dipakai untuk menyuplai air ke titik yang debit airnya sudah menurun," katanya.
Ia mengaku, sumber air yang dipakai PDAM saat ini sifatnya parsial, dimana ada sumber air yang melayani beberapa.kelurahan dengan kapasitas debit sekian, sehingga kualitas pelayanan PDAM sendiri dengan durasi pada ketersediaan debit air yang ada pada sumber-sumber air tersebut. "Ya semua tergantung sumber air jika sumber air yang debit airnya bagus maka pelayanan dilakukan setiap hari dan jika debit air yang kurang bagus maka kami.lakukan penjadwalan pelayanan stau minggu tiga kali," katanya.
Untuk saat ini, tambahnya sumber air yang dengan kapasitas debit air yang menjadi andalan PDAM yakni SPAM Kali Dendeng dengan ideal.kapasitas 150 per detik dan bari eksploitasi 75 per detik dengan jumlah pelanggan yang dilayani sekitar 3.000 pelanggan diantaranya Kecamatan Alak dengan beberapa kelurahan-nya dan Kecamatan Kota Lama --Kota Raja .
" Untuk sumber air yang dipakai PDAM saat ini ada 26 sumur bor dan ditambah dua sumber air permukaan yakni Kali Dendeng dan Kali Oeba," ungkapnya.
Oleh karena dengan kondisi yang nomal yakni kondisi debit air belum menurun secara signifikan, maka pihaknya berharap agar masyarakat (pelanggan-red) dapat menggunakan air secara bijak guna memasuki puncak musim kemarau di tahun ini sudah bisa nyaman dalam.pemakaian nantinya. (mnt)